Showing posts with label Seafood. Show all posts
Showing posts with label Seafood. Show all posts

Tuesday, October 6, 2015

Proyek No.33 : Udang Bakar Madu



Punya udang agak gede di kulkas dan Si Teteh kemarin nyebut-nyebut Restoran Mang Engking yang baru buka cabang baru di Citra Raya. Jadi kepikiran untuk bikin Udang Bakar Madu kayak Mang Engking deh. Udang Bakar Madu-nya Mang Engking emang top banget, tapi lumayan mahal juga harganya. Jadi kenapa nggak coba bikin di rumah aja ya? Udang yang ada di kulkas sih emang bukan udang Galah, tapi nggak papalah, yang penting mah udang, hihi. Ntar kalo berhasil, baru deh coba pake udang Galah beneran. Alhasil, merapatlah ke laptop dan didapatlah beberapa resep Udang Bakar Madu a la Mang Engking.

Ada dua versi, yaitu versi yang udangnya digoreng dulu sebelum dibumbui dan versi yang udangnya langsung dibumbui tanpa digoreng terlebih dahulu. Mana yang benar? Hmm setahu saya sih, pernah lihat di tv waktu ada liputan tentang Restoran Mang Engking, si udangnya itu digoreng terlebih dahulu baru dibumbui. Jadi saya pun mengambil versi yang digoreng terlebih dahulu. Untuk bumbunya, cuma sambel dan saus botolan, kecap manis, lada dan madu. Wah, simpel banget ya? Maka saya pun ngoprek di dapur, mencoba mengolah udang yang, euhh udah 3 harian ngendon di kulkas (semoga masih segar) menjadi udang enak a la restoran.

Dan ternyata udangnya agak kurang segar, ujung kepalanya ada yang mulai kehitaman. Jadi ya sudah, kepalanya dibuang saja. Lagipula anak-anak biasanya emang selalu menyisakan bagian kepala dan ekor di pinggir piring tiap kali makan udang. Nah setelah udangnya dibersihkan, saya tambahkan perasan air jeruk lemon (kebetulan punya) lalu diamkan beberapa saat. Setelah dibilas dan ditiriskan, goreng udang sebentar sampai bentuk udangnya melengkung semua, angkat lalu masukan ke dalam bumbu yang sudah disiapkan.

Untuk bumbunya, saya pakai saus dan sambal botolan, kecap manis, lada hitam, madu dan sedikit garam. Semua diaduk menjadi satu sambil tak lupa dicicipi hingga menemukan rasa yang pas. Udang yang digoreng sebentar tadi dimasukan ke dalam wadah saus lalu diaduk dan ditusuk dengan tusukan sate. Karena nggak mau ribet, udang akhirnya nggak dibakar tapi dipanggang di atas teflon, hehe. Nggak papalah, yang penting ada gosong-gosongnya. Sambil dibolak-balik, udang diolesi sisa saus agar rasanya makin enak dan udangnya tetap lembab.

Akhirnya, saat makan siang pun tiba dan Udang Bakar Madu pun disajikan. Wih, sedapnya! Meskipun bukan udang Galah, rasanya tak kalah enaknya lho dengan udang yang gendut itu. Manis, asam, pedas...yumm!


Resep Udang Bakar Madu

Bahan :
  • 500gr udang ukuran agak besar (kalo ada sih udang Galah), bersihkan kotoran di kepalanya, potong bagian runcingnya
  • Perasan air lemon/jeruk nipis
  • Tusuk sate

Bumbu :
  • 4 sdm saus tomat botolan
  • 3 sdm saus sambal botolan
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdt bubuk lada hitam
  • 2 sdm madu
  • 1/2 - 1 sdt garam
Cara membuat :
  1. Udang yang telah dibersihkan diberi perasan jeruk lemon/nipis. Diamkan beberapa saat, setelah itu bilas dan tiriskan
  2. Goreng udang di atas minyak panas, sampai bentuk udangnya melengkung, angkat. Masukan udang ke dalam bumbu saus. Aduk hingga tercampur merata.
  3. Tusuk udang satu persatu dengan tusukan sate lalu bakar/panggang di atas teflon panas. Bolak-balik sambil diolesi sisa saus.
  4. Sajikan









Tuesday, September 1, 2015

Proyek No.28 : Tekwan



"Mi, bikin Tekwan dong!"

Waduh, bikin Tekwan? Saya agak jiper juga ketika Si Teteh, anak sulung saya, tiba-tiba request Tekwan. Makanan khas Palembang ini jarang banget mampir di lidah, bisa dibilang kurang familiar malah. Namun sejak acara bukber Ramadhan kemarin di mesjid komplek, yang salah satu menunya adalah Tekwan, Si Teteh jadi ketagihan. Duh! Belum lagi abang penjual Tekwan dan Pempek sekarang sering banget wara-wiri depan rumah. Bikin Si Teteh tambah mupeng aja.

Oke, demi menyenangkan Si Teteh dan juga menghilangkan kepenasaran, akhirnya saya pun menyanggupi permintaannya. Setelah membuka-buka beberapa resep dan menemukan yang pas, akhirnya saya pun mulai mengumpulkan bahan-bahan Si Tekwan. Ikan Tenggiri, ada. Udang, ada. Soun, ada. Bengkuang, ada. Sedap Malam, kosong.  Jamur Kuping, kosong. Nah lho, bagaimana ini? Padahal Sedap Malam dan Jamur Kuping bisa dibilang condiment wajib dalam Tekwan setelah Bengkuang. Untunglah, tukang sayur komplek bersedia membawakan Sedap Malam dan Jamur Kuping keesokan harinya. Dan, Tekwan pun akhirnya tersaji juga di meja. Alhamdulillah, sukses berat! Sampai-sampai Si Teteh bilang "Kenapa Ummi nggak jadi abang-abang Tekwan aja". Heh?

Resep Tekwan

Bahan :

Bahan Tekwan :
  • 300 gr daging Ikan Tenggiri
  • 300 gr udang, lepas kulitnya. Dagingnya dicincang sedangkan kulitnya direbus untuk dijadikan kuah
  • 300-500 gr tepung sagu/tapioka
  • 50-100 gr tepung terigu
  • 2 bh putih telur
  • 5 bh bawang putih, haluskan
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 100-150 ml air


Bahan pelengkap :
  • 1 bh Bengkuang, kupas. Potong korek api.
  • 10 bh Jamur Kuping Basah, cuci lalu potong-potong
  • 30 bh Sedap Malam, cuci lalu rendam dalam air hangat beberapa saat. Buat simpul.
  • Soun/bihun, secukupnya. Rendam dalam air hangat. Sisihkan.
  • 1 btg daun bawang, iris halus
  • 1 btg seledri, iris halus
  • Bawang goreng
  • Cuka/Jeruk Nipis
  • Sambal cabe rawit (rebus cabe rawit, haluskan lalu beri sedikit air, cuka dan garam)


Bahan kuah :
  • Kulit udang, rebus dalam 1 liter air bersama 2 bh bawang putih yang sudah digeprek. Saring menjadi kaldu udang.
  • 5 bh bawang putih, haluskan
  • 5 bh bawang merah, haluskan
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 sdm garam atau sesuai selera
  • 1 sdm gula atau sesuai selera


Cara membuat ::
  1. Campur dan aduk semua bahan Tekwan hingga terbentuk adonan.
  2. Didihkan air dalam panci. Cubit atau sendok kecil-kecil adonan Tekwan ke dalam air mendidih. Lakukan hingga adonan habis. Angkat Tekwan yang mengapung, sisihkan.
  3. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan hingga wangi. Masukan ke dalam sisa air rebusan Tekwan.
  4. Masak air rebusan Tekwan kembali. Tambahkan kaldu udang, daun jeruk, garam dan gula. Tambahkan lagi air hingga kuah menjadi kurang lebih setengah panci (4-5 liter).
  5. Masukan bahan pelengkap seperti Bengkuang, Sedap Malam, Jamur dan bola-bola Tekwan. Cek rasa. Setelah matang, matikan api.
  6. Ambil mangkuk yang telah diisi Soun/Bihun. Guyur dengan Tekwan beserta kuahnya. Tambahkan bawang goreng, daun bawang dan seledri. Beri cuka atau Jeruk Nipis.
  7. Sajikan hangat beserta sambal cabe rawit



Wednesday, April 22, 2015

Proyek No. 24 : Ikan Salem Tumis Cabe Ijo


Kali ini saya coba masak Ikan Salem pake cabe ijo. Biasanya kan dibikin Balado nih, cuma lagi pengen variasi aja biar nggak bosen. Bahan dan cara bikinnya juga simple. Semua bumbunya diiris, nggak pake diulek. Untuk ikannya, cukup dibumbui garam lalu digoreng, setelah itu masukin ke tumisan cabe ijo. Aduk sebentar lalu siap deh. Enaknya dimakan dengan nasi panas yang masih mengepul. Wiih, jadi laper lagi nih. Yuk ah cobain!


Resep Ikan Salem Tumis Cabe Ijo

Bahan :
  • 3 buah Ikan Salem, bersihkan, potong sesuai selera dan bumbui garam
  • 3 buah bawang merah, diiris
  • 3 buah bawang putih, diiris
  • 2 buah tomat hijau, diiris
  • 10 buah cabe ijo, diiris tipis ( cabe ijo kriting lebih mantap )
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt kaldu bubuk atau diganti gula pasir
Cara membuat
  1. Goreng Ikan Salem yang telah dibumbui garam. Sisihkan
  2. Tumis bawang merah dan putih hingga harum, masukan cabe ijo. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Aduk
  3. Tuang sedikit air (setengah gelas), masukan tomat hijau, cek rasa
  4. Masukan Ikan Salem. Aduk hingga merata
  5. Sajikan 




Thursday, April 2, 2015

Proyek No.20 : Sup Ikan Tongkol



Bosen dibikin balado, akhirnya Ikan Tongkol saya berakhir di panci dalam bentuk sop ikan. Baru pertama kali sih dimasak jadi sop tapi ternyata hasilnya enak juga. Bikinnya juga nggak pake ribet. Bahannya standar dan sederhana. Kuah beningnya seger, gurih dan wangi kemanginya bikin laper. Apalagi pas ngigit cabe rawitnya, huah bakalan nambah semangat nyuapnya (ya iyalah, kan kepedesan, hehe). Tekstur Ikan Tongkol memang cenderung lebih padat dan berlapis-lapis namun tetep enak kok diolah jadi sop. Apalagi kalo disantap panas-panas saat hari hujan. Mmm...mantap!


Resep Sop Ikan Tongkol

Bahan :
  • 1 ekor Ikan Tongkol ukuran sedang, potong-potong sesuai selera, cuci bersih, lumuri garam dan jeruk nipis
  • 1 bh sereh, potong-potong
  • 1 bh bawang daun, potong-potong
  • 2 lbr daun salam
  • 1 ikat daun kemangi
  • 3 bh tomat hijau atau 1 tomat merah, potong-potong
  • 10 bh cabe rawit merah
  • 1/2 sdm garam
  • 1 sdt gula pasir
Bumbu iris :
3 bh bawang merah
3 bh bawang putih

Cara membuat :

  1. Tumis bumbu iris hingga wangi. Tambahkan air sesuai selera. Masukan sereh dan salam, biarkan hingga mendidih.
  2. Masukan Ikan Tongkol. Beri garam dan gula pasir. Masak selama 5 menit.
  3. Masukan tomat dan cabe rawit, biarkan beberapa saat. Terakhir masukan daun bawang dan kemangi. Cek rasa.
  4. Sajikan panas-panas.
Catatan : Kalo kuahnya pengen lebih seger, bisa ditambahkan belimbing wuluh atau perasan air jeruk nipis.


Thursday, November 20, 2014

Proyek No.12 : Cumi Balakutak





Huaah, hari ini ada cumi Balakutak alias Sotong di tukang sayur komplek! Langka banget ini, kudu segera dieksekusi di dapur! (padahal awalnya saya mau masak Pesmol Ikan Kembung untuk menu hari ini). Uh pokoknya, cumi gendut bulet ini adalah lauk favorit saya sejak kecil. Dulu orangtua saya suka masak Balakutak hitam. Tinta hitamnya itu lho, wuiih kangenable! Nggak jarang tangan dan gigi jadi cemong-cemong gara-gara menyantap si Balakutak ini, karena kalo makan Balakutak enaknya emang pake tangan dan si nasinya harus dilumuri tintanya biar nampol. Cuminya empuk dan nasinya jadi hitam gurih. Hmmm sedap banget!

Terakhir masak Balakutak sepertinya waktu Zulfa masih SD kelas 3-4 deh (sekarang si sulung kelas 3 SMP)  dan dia suka banget! Well, sayang suami tidak begitu menikmati masakan satu ini. Geli katanya melihat bentuk Balakutak yang buntet dan tampilannya yang hitam belepotan. Saya sih maklumin, soalnya masakan Balakutak hitam kayak gini emang jarang ada di Tangerang dan hanya bisa ditemukan di daerah tertentu aja di Jawa Barat. Jadi kali ini, menunya spesial untuk saya dan anak-anak saja, hehe especially saya, karena dari dulu saya penggemar Balakutak.

Cara masak Balakutak gampang banget. Tak usah banyak bumbu karena tinta hitamnya sudah cukup enak dan gurih. Bumbu yang saya pakai hanya bawang putih dan garam saja. Pernah saya tambahkan daun salam dan daun jeruk, tapi ternyata tak menambah aroma lain ke dalam si Balakutak item ini. Aroma tintanya tetap yang juara dan ini memang ciri khasnya. Jadi saya pilih bumbu yang simpel aja. Oh ya, karena aroma cuminya emang kuat, jadi selama memasak, panci atau wajannya sebaiknya ditutup ya. Biar nggak mengundang lalat masuk ke dapur kita.

Sebelum dimasak, cumi Balakutak cuci dibawah kran. Buang bagian keras yang menempel di kulitnya. Bersihkan bagian perutnya dari kotoran seperti sisa ikan dan kantung yang berwarna krem kecoklatan. Hati-hati jangan sampai kantung tintanya pecah. Jika ingin mengurangi bau amisnya, mungkin bisa dilumuri air jeruk nipis. Tapi saya sendiri nggak pake, berhubung nggak punya, hehehe. Selanjutnya bawang putih diiris atau ditumbuk kasar lalu ditumis hingga wangi. Masukan cumi Balakutak yang sudah dibersihkan. Aduk sebentar lalu beri segelas air. Tutup panci. Aduk sekali-kali untuk mengetahui airnya sudah susut atau belum. Setelah airnya menyusut dan terlihat kental, matikan apinya. Balakutak empuk nan gurihnya, siap menghitamkan nasi, jemari dan gigi anda, hahaha! Selamat makan! :)



Resep Balakutak Hitam

Bahan :
  • 1 kg cumi Balakutak/Sotong, buang bagian kerasnya, buang kotorannya
  • 5 bh bawang putih, iris halus/tumbuk kasar
  • 1 sdt garam
  • 1 gelas air


Cara memasak :
  1. Tumis bawang putih hingga harum
  2. Masukan cumi Balakutak/Sotong, aduk  sebentar. Tambahkan air. 
  3. Masukan garam. Aduk lalu tutup beberapa saat.
  4. Buka tutupnya, aduk sesekali lalu tutup kembali sampai cumi Balakutak dan kuahnya menyusut. Cek rasanya, bila kurang bisa tambahkan garam lagi.
  5. Angkat dan sajikan bersama nasi putih












Friday, October 17, 2014

Proyek No. 8 : Sup Tom Yum Simpel




Nggak direncanain sih menu makan siang hari ini adalah Tom Yum. Datangnya dadakan sehabis beli udang di tukang sayur. Daripada masak dengan menu yang banyak, mending bikin satu macam aja tapi isinya banyak. Gitu pikir saya dan akhirnya pilihannya ya Tom Yum. Bikinnya simpel karena sebelumnya saya udah pernah nyetok saus cabe bikinan sendiri di kulkas. Dan saus cabe ini bikinnya juga gampang. Bahannya cabe merah, cabe rawit merah, tomat dan bawang putih yang direbus terlebih dahulu lalu blender dan ditumis dengan minyak goreng. Dulu saya bikin saus cabe ini untuk bikin kuah Ramen pedas. Sisanya saya taruh dalam toples selai dan disimpan di kulkas. Jadi, kalo sekarang saya mau bikin sup Tom Yum, tinggal bikin kaldu udangnya aja, tambahkan saus cabe tadi dan cemplung-cemplungin bahan Tom Yum seadanya di kulkas, kayak tahu putih, jamur merang, bakso dan butiran cabe rawit merah. Dan Sup Tom Yum-nya pun... yumm!


Resep Tom Yum


Bahan kaldu  :
10-15 buah kepala/kulit udang
1 buah serai, geprek
3 lembar daun jeruk
3 buah bawang putih, geprek
2 cm jahe, geprek

Bahan saus cabe :
10 Cabe merah
10 Cabe rawit merah
2 buah Tomat
5 buah Bawang putih
Garam sesuai selera
Gula sesuai selera
Minyak goreng, secukupnya

Bahan utama :
10-15 buah udang yang tadi sudah diambil kepala/kulitnya
1 buah tahu putih besar, potong-potong sesuai selera
6 buah bakso, potong-potong sesuai selera
10 buah jamur merang, bersihkan, belah dua
8 buah cabe rawit besar
1 buah bawang daun, iris-iris (pengganti daun ketumbar)
2 buah serai, potong-potong
3 lembar daun jeruk
1 buah jeruk nipis, peras ambil airnya
Saus tomat botolan, sesuai selera
Garam dan gula sesuai selera

Cara membuat :
  1. Rebus semua bahan kaldu udang dalam 700ml air selama + 5 menit, saring, sisihkan
  2. Rebus bahan saus cabe lalu blender. Tumis dalam minyak secukupnya, beri garam dan gula, sisihkan
  3. Masak kaldu udang, beri saus cabe, saus tomat, udang, tahu, bakso, jamur, serai, daun jeruk dan cabe rawit sampai mendidih. Tambahkan garam dan gula. Matikan api.
  4. Tambahkan daun bawang dan air jeruk nipis sesaat sebelum dihidangkan.
  5. Sajikan panas-panas




Friday, July 11, 2014

Proyek No. 7 : Ebi Furai

 

Setiap makan di Hoka-hoka Bento, anak saya yang sulung, Zulfa, selalu milih menu paket yang ada Ebi Furai-nya. " Sukaaa banget udangnya, enak!" begitu ujarnya. Hingga akhirnya saya pun didesak supaya bisa bikin Ebi Furai sendiri di rumah. Awalnya saya nggak tertarik, karena saya pikir pasti bikinnya susah bin ribet. Saya terus aja mengulur-ulur waktu untuk membuat si udang selimutan ini hingga akhirnya saya memberanikan diri membeli sebungkus bread crumbs, tepung roti kasar, di Alfamart.

Oke, saya harus coba bikin Ebi Furai, tekad saya. Saya sendiri sebenarnya nggak tau seperti apa rasanya, berhubung saya alergi udang. Tiap kali masak udang, saya paling berani makan satu atau dua potong udang aja dan itu pun udah cukup membuat bibir dan tenggorokan saya gatal. Tapi, biar pun belum pernah nyoba Ebi Furai, saya yakin bisa bikin sendiri. 

Ebi Furai yang saya bikin ini bahannya sederhana banget. Cukup pake tepung serbaguna dan bread crumbs. Tadinya mau pake telur untuk merekatkan bread crumbs-nya di udang. Tapi setelah dicelup ke adonan tepung serbaguna ternyata bread crumbs-nya bisa nempel kok di udang. So, makin simple aja nih bikinnya. Jadi, setelah udangnya dikupas dan disisakan ekornya, saya buat 2-3 keratan di bagian dalam agar si  udangnya bisa lurus nggak bungkuk lagi. Trus, saya celupkan udang ke adonan tepung serba guna lalu digulingkan ke tepung bread crumbs. Habis itu, tinggal di goreng deh. Cepet dan simpel banget! Hasilnya? Sukses berat! Anak-anak suka sekali dan Ebi Furai pun langsung ludes begitu tersaji di meja makan. Yumm!

Resep Ebi Furai


Bahan : 
1/2 kg udang, kupas kulitnya sisakan ekor
1 bungkus Tepung Serbaguna 
1 bungkus Tepung roti kasar/bread crumbs Mamasuka
1/2 sdm garam
1/2 sdm lada
1 buah jeruk nipis



Cara membuat :
  1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis. Diamkan sebentar lalu cuci. Kerat bagian dalam udang sekitar 3 keratan, lalu tarik udang ke bagian luar agar udangnya tegak. Balur udang dengan garam dan lada. Sisihkan.
  2. Ambil tepung serbaguna beberapa sendok, lalu beri air secukupnya, aduk hingga menyerupai adonan kental.
  3. Celupkan udang ke dalam adonan tepung serbaguna, lalu gulingkan ke tepung roti kasar/bread crumbs. Tekan-tekan bread crumbs yang sudah menempel di udang dan rapikan agar bread crumbsnya menempel baik dan bentuknya cantik.
  4. Goreng udang ke dalam minyak panas hingga kuning kecoklatan.
  5. Sajikan

 
 









Wednesday, May 7, 2014

Balado Ikan Tongkol



Hari ini dapat ikan Tongkol di tukang sayur. Tadinya sih pengen udang, cuma karena kehabisan, jadinya beli ikan Tongkol. It's okay. Saya juga kebetulan lagi pengen masak balado dan ikan Tongkol adalah pilihan yang pas untuk dimasak balado hari ini.

Balado Ikan Tongkol versi saya, mungkin agak beda dengan yang lain. Kalo yang lain biasanya bumbu balado-nya langsung diulek dalam keadaan mentah, nah kalo saya, bumbu balado-nya seperti bawang merah, bawang putih dan cabe merah-nya direbus dahulu, baru diulek kasar. Kenapa direbus dulu? Pertama, supaya warna sambal balado-nya lebih cerah. Pengalaman saya kalo masak yang berbau-bau cabe merah, biasanya ketika dimasak warna cabe-nya berubah agak gelap sehingga kurang menarik. Nah, kalo direbus dahulu, warna cabe-nya terlihat lebih cerah dan ketika dimasak atau ditumis, warnanya nggak berubah, tetap segar lho. Kedua, hasil ulekannya jadi lebih kental dan juicy. Ketiga, jadi lebih mudah dihaluskan dan nggak perlu ada acara 'nangis bombay' lagi saat ngulek, hehehe. Oh ya, biar sambal balado-nya agak seger, saya tambahkan tomat. Sayangnya, saya kehabisan cabe merah keriting, jadi Balado Ikan Tongkol saya kali ini kurang 'galak' karena saya pakai cabe merah besar. Tapi biar pun begitu, hasilnya tetep enak kok!

Resep Balado Ikan Tongkol

Bahan :


1 ekor ikan Tongkol ukuran sedang
1 buah jeruk nipis
1 sdm garam

Bumbu balado, semua direbus :
6-10 buah cabe merah besar (jika ingin lebih pedas, pakai cabe merah keriting)
4 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 buah tomat

Bumbu lainnya :
1-2 batang serai, geprek
3 cm lengkuas, geprek
2 helai daun salam
1/2 sdm garam
2-3 sdm gula pasir

Cara membuat :

  1. Setelah ikan dibersihkan, lumuri dengan jeruk nipis dan garam. Diamkan sambil menyiapkan bumbu lain.
  2. Ulek kasar bumbu balado yang telah direbus selama 5 menit
  3. Panaskan minyak secukupnya. Masukan bumbu balado, aduk-aduk
  4. Masukan daun salam, serai dan lengkuas. Lalu garam dan gula. Tambahkan air dari sisa rebusan cabe dan bawang. Aduk-aduk hingga airnya sedikit menyusut. Matikan api.
  5. Panaskan minyak untuk menggoreng ikan Tongkol. Goreng ikan Tongkol dengan api sedang. 
  6. Masukan ikan Tongkol ke dalam bumbu balado. Masak bumbu balado dan ikan Tongkol sampai bumbunya meresap dan menyusut.
  7. Setelah garam dan gula-nya pas, angkat.
  8. Sajikan

Catatan :
  • Goreng ikan Tongkol tidak terlalu lama (kering) agar dagingnya tetap empuk ketika dingin
  • Goreng ikan Tongkol dengan api sedang cenderung kecil agar minyaknya tidak meletup-letup
  • Tambahkan tomat pada sambal balado jika ingin lebih kental dan juicy

lumuri ikan dengan jeruk nipis dan garam
ulek kasar cabe, bawang putih, bawang merah dan tomat yg telah direbus

tumis bumbu balado

masukan lengkuas, serai, salam, gula dan garam
goreng ikan tongkol
masukan ikan Tongkol ke dalam bumbu balado, masak hingga meresap


Friday, May 2, 2014

Proyek No.3 : Stik Tuna Goreng Tepung



Kemarin saya beli ikan Tuna dan bingung mau dimasak apa. Berhubung belum punya pengalaman banyak dalam hal mengolah ikan Tuna, saya cari resep yang simpel aja. Biasanya anak-anak kurang suka makan ikan. Jadi biar rasa ikannya nggak terlalu terasa, saya pengen membalut daging ikan Tuna yang lumayan tebal itu dengan tepung panir campur tepung serba guna. Biar mirip kayak Nugget gitulah. Dan Alhamdulillah, ternyata anak-anak saya suka. Begitu digigit, kulit luarnya crunchy dan daging Tunanya terasa empuk. Nyes,  asin, gurih dan hangat lada. Bukannya disantap pakai nasi, eh malah digadoin. Dasar bocah, hehehe. Hasil eksperimen kali ini saya beri nama Stik Tuna Goreng Tepung.


Resep Stik Tuna Goreng Tepung


 Bahan :

250 gr fillet ikan Tuna
2 siung bawang putih
1 sdt lada butiran
1 sdm garam
1 buah telur ayam
Tepung roti/panir
Tepung bumbu serba guna Sajiku/sejenisnya


Cara membuat :

  1. Potong daging ikan Tuna membentuk persegi panjang/stik
  2. Haluskan bawang putih, lada dan garam
  3. Campurkan bumbu yang telah dihaluskan ke potongan ikan Tuna hingga merata
  4. Diamkan selama kurang lebih 30 menit di dalam kulkas
  5. Kocok telur, sisihkan
  6. Campur tepung roti/panir dengan tepung bumbu serba guna. Perbandingan yang saya pakai 5 sendok tepung roti, 3 sendok tepung serba guna
  7. Keluarkan ikan Tuna dari kulkas. Celupkan ke kocokan telur lalu guling dan tekan-tekan dengan tepung. Jika ingin kulitnya lebih tebal,ulang lagi masukan ke dalam telur lalu guling kembali ke tepung
  8. Panaskan minyak. Goreng ikan Tuna dengan api sedang hingga kuning kecoklatan
  9. Sajikan dengan cocolan saus sambal dan mayonais
Potong daging Tuna bentuk persegi panjang
Haluskan bawang merah, lada dan garam
Balurkan bumbu halus hingga rata. Diamkan di kulkas
Kocok telur. Campur tepung roti dengan tepung serbaguna
Celupkan ke telur, balur dan tekan-tekan dengan tepung
Goreng hingga kuning kecoklatan