Showing posts with label Soto. Show all posts
Showing posts with label Soto. Show all posts

Wednesday, December 30, 2015

Proyek No.36 : Soto Betawi A la H. Mamat



Makan di warung Soto H. Mamat memang kesukaan anak saya dan suami. Kalo saya dan suami lebih milih oseng dagingnya, sedangkan anak-anak soto santannya. Kalo bikin oseng daging a la H. Mamat sih udah bisa (Proyek No.13 : Oseng Daging A la H. Mamat) nah untuk sotonya, jujur belum bisa tuh niru resepnya. Pernah coba bikin, enak sih, tapi rasanya tetep aja nggak sama persis kayak Soto H. Mamat.

Nah kemarin saya coba bikin Soto Betawi lagi. Awalnya sih nggak terlalu diniatin bikinnya mirip soto H. Mamat. Pasrah karena saya nggak tau resepnya dan saya juga males ngulik bumbu-bumbu dapur. Yang penting soto pake santan. Titik.

Karena asal jadi, maka saya pun bikin bumbu soto yang simpel. Ambil bawang merah, bawang putih, kemiri dan 2 buah cabe merah, diblender (biar cepet). Kunyit, ketumbar sama lada sengaja nggak pake dulu. Saya coba polosan dulu bumbunya. Setelah halus, tumis bumbu tadi dengan tambahkan secuil kayu manis, 1 buah daun salam dan 1 buah sereh. Semua minimalis dulu, nggak banyak bumbu. Aduk terus hingga tumisan tercium wangi. Dan ternyata wanginya ada yang kurang nih. Maka saya tambahkan 1 sendok teh ketumbar bubuk dan 1 cm jahe digeprek. Aduk lagi hingga wangi lalu tambahkan air rebusan daging dan santan kental. Aduk perlahan dengan api kecil biar santan nggak pecah. Karena seingat saya warna kuahnya agak merah kekuningan, maka saya tambahkan kunyit bubuk 1/2 sendok makan. Setelah itu baru masukan potongan daging yang sebelumnya sudah direbus hingga empuk. Tambahkan garam dan gula lalu tunggu hingga kuah mendidih. Angkat daun salam dan daun sereh supaya aromanya nggak dominan. Begitu dicek rasanya, hmm...manis gurihnya pas. Wanginya udah mirip Soto Betawi dah. Oke selesai. Tinggal disajikan dengan potongan tomat, emping, daun bawang dan bawang goreng.

Begitu disajikan di meja, Si Aa keliatan nggak antusias dengan sotonya. "Aku kan nggak minta soto, maunya oseng." Emang sih, Zaki request oseng daging a la H. Mamat. Dan saya pun sudah menyiapkannya di meja. Soto ini sebenernya request-nya Si Teteh Zulfa. Tapi karena sudah disiapkan, akhirnya Si Aa menyendoki juga sotonya. Dan reaksinya di luar dugaan saya.

"Ih, sotonya mirip Haji Mamat, Mi! Beneran!" serunya sumringah. Berkali-kali dia seruput kuahnya, memastikan lidahnya nggak salah. Begitu Teteh datang ke meja, Si Aa pun heboh promosi. "Mirip Haji Mamat lho, Teh, serius!" Si Teteh pun mulai menyendok kuah soto-nya. "Nggak sama, " ujarnya. "Kalo yang Ummi kuahnya beneran kayak soto, kalo Haji Mamat kuahnya kayak kuah daging"

Heh, maksudnya gimana sih Si Teteh teh?

"Eh iya, ding. Sama kayak Haji Mamat." Si Teteh tiba-tiba nyengir menganulir ucapannya. Ternyata memang soto saya kali ini betul-betul mirip soto santan Haji Mamat. Persis sama! Haha, alhamdulillah! Padahal bumbunya improvisasi semua lho. Mau bikin juga di rumah? Sok mangga diliat resepnya :)


Resep Soto Betawi A la H. Mamat

Bahan :
  • 1/2 kg daging sapi, rebus hingga empuk dengan dibubuhi garam secukupnya, potong-potong kecil, sisihkan
  • 1 lembar daun salam
  • 1 lembar daun sereh
  • Secuil kayu manis
  • 1 cm jahe, geprek
  • 2 bh santan siap pakai (saya pakai SunKara 65ml)
  • 1/2 sdm kunyit bubuk
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdm garam
  • 1 sdt garam gurih atau 1/2 sdt penyedap rasa (optional)
  • 1 liter kaldu daging
  • 1 liter air
Bumbu halus :
  • 5 bh bawang merah
  • 4 bh bawang putih
  • 3 bh kemiri
  • 2 bh cabe merah
  • 1 sdt ketumbar (saya pake yang bubuk)
Pelengkap : Irisan tomat, daun bawang, bawang goreng, emping, acar timun, jeruk nipis dan sambal

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, kayu manis dan jahe hingga wangi
  2. Masukan daun salam dan sereh, aduk sebentar
  3. Tambahkan air, air rebusan daging (kaldu) dan santan
  4. Masukan daging, garam, gula dan kunyit bubuk. Aduk sekali-kali hingga kuah mendidih dengan api kecil agar santan tidak pecah. Buang daun salam dan sereh. Cek rasa.
  5. Sajikan dengan bahan pelengkap



Monday, October 19, 2015

Soto Bandung


Ini salah satu resep yang lupa di-posting, hehe baru ngeh saat saya ngubek-ngubek isi blog saya. Kok Soto Bandung nggak ada ya, padahal fotonya udah lama disimpen. Setelah diingat-ingat ternyata saya memang sengaja belum posting resep yang satu itu, karena pengen melengkapinya  dengan foto step by step cara memasaknya. Waktu bikin tuh soto memang nggak sempet ngambil foto proses bikinnya karena riweuh. Maunya nanti nyusul aja pas bikin soto lagi. Tapi ternyata, malahan nggak sempet dan akhirnya lupa. Hadeuh. Padahal Soto Bandung ini adalah salah satu menu andalan saya di rumah khususnya saat hari raya.

Soto Bandung ini salah satu soto favorit saya, kenapa? Karena kuahnya bening tapi rasanya gurih banget, terlebih kalo disantap pake sambel rawit yang pedas, huih mantap! Ciri khas dari Soto Bandung memang selain kuahnya bening adalah adanya taburan kacang kedelai goreng dan irisan lobak. Akan tambah segar kalo diberi sedikit cuka atau air jeruk nipis. Hmm yummy! Kenapa juga saya suguhkan jadi sajian utama di hari raya? Karena biasanya, semua menu lebaran itu rata-rata berbumbu berat dan bersantan kental, kayak Opor Ayam, Sayur Godog, Semur, Rendang, Sambal Goreng, dll...nah, Soto Bandung ini jadi pilihan manakala blenek sama yang bersantan-santan. Suami saya cenderung memilih Soto Bandung dibanding Opor Ayam saat makan ketupat. Selain karena menghindari kolesterol, juga karena rasanya yang 'light' dan gurih, nggak bikin enek saat dipadu dengan Semur atau Sambal Goreng Kentang. Mau coba bikin Soto Bandung? Hayu, gampang kok bikinnya dan bumbunya juga simpel. Dijamin ketagihan deh!

Resep Soto Bandung

Bahan :
1 kg daging sapi, iris-iris lalu rebus setengah matang (beri garam secukupnya). Angkat lalu potong dadu, sisihkan bersama air rebusan kaldunya.
2 batang serai
3 cm lengkuas, geprek
3 cm jahe, geprek
3 lbr daun salam
1-2 sdm garam
1 sdm gula pasir
1 sdt kaldu bubuk (optional)

Bumbu halus :
4 bh bawang merah
4 bh bawang putih

Pelengkap :
1 batang bawang daun, iris tipis
2 batang seledri, iris tipis
1 bh lobak (buang kulitnya, iris tipis-tipis, rebus lobak hingga terlihat transparan)
Kacang kedelai goreng (rendam kacang kedelai dengan air hangat hingga mekar, goreng)
Bawang goreng
Sambel cabe rawit (rebus cabe rawit merah, ulek, beri sedikit air, garam dan cuka)
Irisan Jeruk nipis/cuka

Cara membuat :
  1. Siapkan panci, beri minyak goreng secukupnya, tumis bumbu halus hingga wangi
  2. Masukan daging beserta air rebusan kaldunya. Tambahkan air lagi sesuai selera. Masukan daun salam, serai, lengkuas, jahe, garam dan gula. Masak hingga daging empuk. Jika kuah menyusut, bisa tambahkan air lagi. Cek rasa.
  3. Siapkan mangkuk, sajikan soto bersama lobak, kacang kedelai, taburan bawang daun, seledri dan bawang goreng. Beri jeruk nipis/cuka dan sambel bila suka.

 

Sunday, October 18, 2015

Proyek No.34 : Rawon


Jadi ceritanya saya masih punya daging Qurban di freezer dan waktu di tukang sayur, saya liat Kluwek. Kluwek ini sering ditaruh dikresek sama Si Mas Dul (tukang sayur komplek) dicantelin di rak sayurannya. Nggak pernah sekalipun terlintas untuk beli itu Kluwek, secara saya belum pernah punya pengalaman masak pake bumbu yang satu itu. Tapi ketika saya liat Kluwek minggu lalu, tring! tiba-tiba kepikiran untuk coba bikin Rawon. Rawon kan bumbunya pake Kluwek. Boleh dicoba nih, mumpung masih punya daging.

Pertama kali nyoba yang namanya Rawon ini lewat temennya suami yang kebetulan orang Blitar, Jawa Timur. Suatu kali saya dan suami diajak makan di warung makan sederhana di seputaran kampus STPI. Mba Feti, temen suami saya itu, langsung memesankan Rawon buat saya. Dia bilang, Rawon di warung ini enak banget. Sayang, ternyata kami kesiangan dan Rawon-nya tinggal kuahnya saja. Dan Mba Feti ini, dengan bahasa Jawa-nya, bilang ke Ibu warung kalo kuahnya pun nggak apa-apa. Maka disodorilah kami mangkuk berisi kuah berwarna hitam yang ditaburi kecambah dan bawang goreng di atasnya. Heh? Jadi ini toh yang namanya Rawon? Kuahnya hitam begini? Karena dagingnya kehabisan, sebagai gantinya kami pesan ayam goreng saja. Dan saya masih saja takjub sama si kuah ini. Emangnya enak banget ya, sampe kuahnya pun diminta? "Makannya sambil pake ini nih, Mba Ria. Telor asin," kata Mba Feti sambil mengangsur sebutir telor asin ke saya. Saya nurut dan mulailah saya menyendok kuah Rawon untuk pertama kalinya. Begitu diseruput, eits, kok enak ya? Gurih dan kaldu dagingnya terasa banget. Dan itu Kluwek-nya, kok nggak terasa aneh ato gimana-gimana ya di lidah? Kekhawatiran saya akan rasa aneh Si Kluwek ternyata nggak terbukti, karena ternyata kuah Rawon yang hitam legam itu enak banget dan saya suka.

Jadilah saya mengumpulkan beberapa resep Rawon buat referensi, demi suksesnya proyek membuat makanan khas dari Jawa Timur ini. Kebetulan suami sudah hampir 3 minggu dines di Surabaya, jadi  saya pun ingin menyuguhkan sesuatu yang berbau-bau Jawa Timur atau Surabaya di rumah. Dari beberapa resep, saya pun akhirnya memilih untuk berimprovisasi, baik dari jumlah bumbu maupun cara memasaknya. Jadi maafkan ya kalo Rawon versi saya rada 'ngawur' bikinnya, hehe. Semata-mata karena pengen ringkas aja bikinnya dan bumbunya ada yang saya skip karena lagi nggak punya atau sengaja nggak dipake (kayak cabe), karena takut terasa pedas buat si bungsu. Tapi meskipun begitu, Rawon saya endingnya oke lho. Enak beneran enak! Nggak kalah enak sama Rawon di warung makan tempat dulu saya nyoba Rawon untuk pertama kalinya. Anak saya yang nomor dua, Zaki, awalnya nggak tertarik nyobain Rawon bikinan saya. Serem dia liat kuah dan dagingnya yang hitam (oh ya, karena saya bikinnya pagi hari dan disajikan saat makan malam, alhasil dagingnya jadi lebih hitam dan bumbunya lebih meresap). Begitu saya suruh coba (sambil setengah ngancam, hahah), dia pun mengecap-ngecap sambil bilang "Hmm, boleh juga. Mana sini nasinya. Kirain itemnya nggak enak tapi ternyata enak kayak soto gitu ya?" Alhamdulillah, sukses!


Resep Rawon

Bahan :
  • 1 kg daging, potong-potong, rebus hingga setengah empuk (beri sedikit garam), angkat lalu potong dadu, sisihkan bersama air rebusan kaldunya
  • 5 bh kluwek, ambil isinya. Jika isinya agak mengeras, beri sedikit air panas, haluskan.
  • 1 batang daun bawang, potong asal
  • 1 batang sereh, geprek
  • 2 daun salam
  • 4 daun jeruk
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 1-2 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt kaldu bubuk (optional)
Bumbu halus :

5 bh bawang merah
5 bh bawang putih
3 bh kemiri
3 cm jahe
3 cm kunyit
1 sdm ketumbar, sangrai

Bahan pelengkap :

Bawang goreng
Jeruk nipis
Kecambah, rendam air panas
Sambal cabe
Telur asin

Cara membuat :
  1. Dalam panci, beri minyak goreng secukupnya.Tumis bumbu halus hingga setengah matang lalu masukan kluwek. Aduk-aduk hingga tumisan harum dan matang.
  2. Masukan daging yang sudah dipotong dadu beserta air rebusan kaldunya. Tambahkan lagi air sekitar 1 liter. Aduk-aduk.
  3. Masukan lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, garam dan gula. Aduk sebentar. Masak hingga daging empuk dan matang. Jika kuah menyusut, tambahkan air lagi sesuai selera. Cek rasa.
  4. Terakhir, masukan daun bawang. Aduk sebentar. Matikan api.
  5. Sajikan dalam mangkuk dengan kecambah, bawang goreng, jeruk nipis, sambal dan telur asin