Showing posts with label Sayur. Show all posts
Showing posts with label Sayur. Show all posts

Thursday, October 8, 2015

Sup Makaroni Tomat



Tiba-tiba kemarin pengen bikin Sup Makaroni yang berkuah merah, rasanya asam manis dan wangi rempah pala. Mumpung tomat lagi murah, boros dikit ga papalah, hehe. Cocoknya sih memang buat disantap pas musim hujan. Tapi berhubung lagi pengen, dibikin juga biar pun hujannya belum turun-turun (musim kemaraunya kali ini lumayan panjang banget). Pake nasi pula lagi makannya, haha. Namanya juga orang Indonesia, kalo nggak makan nasi rasanya nggak nendang :)

Bikinnya cepet, bumbunya ga banyak. Bahannya ayam dipotong kecil-kecil, sosis (kebetulan punya), makaroni, wortel dan kacang merah. Bumbunya tentu saja tomat, saus tomat botolan, lada hitam, pala, bawang putih dan bawang bombai. Untuk tomat, jangan pelit kalo mau bikin sup ini. Tomatnya pakai 5 buah, kalo dikurangin, dijamin nggak nendang deh, hehe. Iya soalnya kalo tomatnya sedikit, kurang terasa segarnya dan kuahnya nggak kental alias 'cawerang' bahasa Sunda-nya mah. Pakai tomatnya utuh, termasuk kulit dan bijinya, bisa diparut atau diblender biar cepet. Untuk kulit dan biji tomatnya, sengaja nggak saya sisihkan biar ga ada yang terbuang. Biar rasa tomatnya terangkat, tambahkan saus tomat botolan juga.  


Berhubung suka banget aroma pala, saya pakai 1 sendok teh lebih. Pokoknya harus wangi dan hangat. Hasilnya, wiih enak banget. Kuahnya kental, rasanya segar perpaduan dari rasa asam tomat dan manisnya gula yang pas, plus wangi pala yang menggugah selera. Mau coba bikin? Monggo..
Resep Sup Makaroni Tomat

Bahan :
  • 100 gr makaroni, rebus setengah matang
  • 200 gr dada ayam, potong kecil-kecil
  • 2 bh sosis sapi, iris-iris (bakso juga oke)
  • 2 bh wortel, iris-iris
  • 150 gr kacang merah, rebus hingga empuk
  • 1 bh bawang bombai, rajang
  • 3 bh bawang putih, cincang halus
  • 5 bh tomat, blender atau parut
  • 5 sdm saus tomat botolan
  • 1 sdm garam
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt lada hitam bubuk

Cara membuat :
  1. Tumis bawang bombai dan bawang putih hingga wangi
  2. Masukan daging ayam, aduk hingga berubah warna. Tambahkan air kurang lebih 800 ml. Biarkan hingga mendidih
  3. Tambahkan tomat, saus tomat, garam, gula, lada hitam dan pala. Aduk lalu masukan kacang merah. Masak 5 menit
  4. Tambahkan wortel, masak hingga empuk
  5. Masukan sosis dan makroni. Aduk. Jika kuahnya ingin ditambah, beri air lagi, cek rasanya hingga pas.
  6. Sajikan hangat












Wednesday, September 30, 2015

Proyek No.31 : Sup Kimlo



Awal bulan kemarin saya bikin Tekwan untuk acara arisan keluarga di rumah kakak. Dan ini menyisakan beberapa lembar Jamur Kuping dan Sedap Malam di kulkas. Karena judulnya kali ini pengen bersih-bersih, maka Si Jamur Kuping dan Sedap Malam ini harus segera 'angkat kaki' dari dalam kulkas. Tapi diapain ya? Masa iya mau bikin Tekwan lagi. Maka saya pun ingat salah satu jenis sup yang sering disajikan di acara resepsi pernikahan. Kimlo! Ya, Kimlo. Seinget saya sup ini juga memakai Jamur Kuping dan Sedap Malam. Bahan lainnya sih kurang faham, karena jujur saya belum pernah sekalipun masak Kimlo. Alhasil, saya pun mencari-cari resep Kimlo yang pas dan bahannya disesuaikan dengan ketersediaan yang ada.

Dan pagi ini, niat saya untuk mengeksekusi Jamur Kuping dan Sedap Malam terlaksana juga. Dengan mengotak-atik resep yang ada, saya pun berhasil membuat Sup Kimlo yang enak, yang awalnya saya sendiri lupa rasanya Kimlo itu seperti apa, hehehe. Begitu sup-nya matang, barulah saya ingat rasa khasnya Si Kimlo ini. Sedap! Hampir mirip Sup Ayam tapi rasanya unik, karena adanya pemakaian Kecap Ikan dalam kuahnya. Wah besok-besok kalo ada acara, bikin ini aja ah. Bahannya emang agak banyak sih, tapi bikinnya gampang!


Ini dia resep Sup Kimlo versi saya...

Resep Sup Kimlo

Bahan :
  • 250 gr fillet daging ayam (bagian dada), potong kecil-kecil
  • 10 lembar Jamur Kuping, cuci, iris-iris.
  • 10 bh Sedap Malam, rendam air hangat, buat simpul
  • 15 bh Kapri, buang ujung-ujungnya
  • 1/2 lembar kembang tahu, rendam air hangat, iris-iris (saya nggak pake)
  • 1 bh wortel, potong-potong
  • 4 bh bakso ikan/sapi, iris-iris  (saya pake bakso sapi)
  • 2 bh bawang merah, cincang halus
  • 2 bh bawang putih, cincang halus
  • 2 cm jahe, geprek
  • 1/2 sdt lada
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdm kecap ikan
  • 1 sdt kecap asin
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • 1 batang daun bawang, iris-iris
  • 1 batang daun seledri, iris-iris
  • Soun secukupnya, rendam hingga lembut
  • Bawang goreng secukupnya


Cara membuat :
  1. Tumis jahe, bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukan potongan daging ayam, aduk-aduk hingga berubah warna. Tambahkan air kira-kira 2-3 liter atau sesuai selera.
  2. Masukan wortel, Jamur Kuping, Sedap Malam dan kembang tahu. Masak hingga matang.
  3. Tambahkan garam, gula, kecap asin, kecap ikan, lada dan kaldu bubuk. Aduk sambil cek rasanya hingga pas. Tambahkan irisan bakso. Masak hingga mendidih beberapa saat.
  4. Terakhir masukan Kapri dan Soun. Matikan api.
  5. Sajikan hangat dengan irisan bawang daun, seledri dan bawang goreng














Monday, August 31, 2015

Proyek No.27 : Pare Goreng Tepung (Pavakkai Varuval)



Alhamdulillah, bisa masukin resep lagi. Maunya sih sering naruh resep di sini, biar mudah kalo kelupaan atau buat sharing dengan yang lain. Tapi kadang, adaaa aja halangannya, salah satunya sih karena laptop-nya sering dibajak anak-anak. Giliran laptop-nya available, saya-nya yang malah nggak mood. Jadi akhirnya terbengkalailah beberapa resep yang fotonya udah saya ambil duluan, termasuk resep yang ini, Pare Goreng Tepung atau bahasa India-nya sih Pavakkai Varuval. 

Wih, keren, pake merambah ke makanan India segala nih! (padahal makanan lokal Indonesia aja belum khatam semua, hihi). Bukan gimana-gimana, masakan India yang ini gampang banget bikinnya, ketemunya nggak sengaja. Tau dari mana? Lagi-lagi saya melihatnya di televisi, Food Network Channel. Biasalah, iseng mindahin channel tv yang tadinya dikuasai anak-anak. Pas dipindahin, ternyata lagi ada acara battle antara dua rumah makan India. Jadi setiap rumah makan India ini punya fans fanatik, nah para fans ini nantinya diminta untuk mencicipi makanan yang disajikan dengan mata tertutup dan menebak asal restorannya. Kalo mereka hafal benar rasa masakan restoran favoritnya, maka mereka bisa dengan mudah menebaknya sekalipun tidak melihat wujud masakannya. Bagi yang salah menebak, otomatis menjadi keuntungan buat restoran pesaingnya karena poinnya jadi bertambah. Nah, restoran yang paling banyak ditebak, dialah pemenangnya. Oke, bukan soal lombanya yang menarik perhatian saya, tapi justru salah satu masakan India yang disajikannya yang bikin saya excited "Hah, itu kan Pare? Pare digoreng tipis pake tepung? Wah boleh nih, patut dicoba!" Dan jadilah saya mencari-cari resep Si Pare Goreng Tepung ini di internet.

Pavakkai Varuval atau Bitter Gourd Fry atau kalo di Indonesia sih pasnya disebut Pare Goreng Tepung, ternyata gampang sekali bikinnya. Well, bikinnya ya, tapi kalo bumbu aslinya sih agak susah juga nyarinya, hehe. Karena saya belum punya koleksi bumbu-bumbuan yang lengkap, maka Pavakkai Varuval-nya dibuat sesuai bumbu yang ada. Bumbu yang khas-khas India gitu, lewat. Lagipula ternyata, resep Pare Goreng Tepung ini ternyata banyak versi bumbunya. Jadi saya bikin yang versi yang simpel-nya aja. Dan hasilnya? Wow, enak ternyata! Unik, karena rasanya cukup meriah, ada asin, gurih, pahit dan pedas. Belum lagi ketika dikunyah, renyah pula Pare-nya. Pan selama ini kalo masak Pare, saya mah paling sering dibikin tumis atau buat pelengkap Siomay aja. Jadi begitu dimasak kayak begini, penghuni rumah pada nyureng aneh dan bilang, "Itu apaan? Pare? Dimasak apaan?" Dan begitu suami nyobain (sst, suami saya paling anti masakan yang aneh-aneh, picky eater banget deh pokoknya!), dia manggut-manggut sambil bilang," Hmm, boleh juga". Alhamdulillah, ihiy! Perbendaharaan resep Pare saya nambah lagi sekarang. Cobain deh, pasti suka juga! ;)


Resep Pare Goreng Tepung (Pavakkai Paruval/Bitter Gourd Fry)

Bahan :

  • 1 bh Pare, cuci lalu iris tipis. Beri 1 sdm garam, aduk sambil sedikit diremas. Diamkan beberapa saat, lalu bilas. Sisihkan
  • 1 sdm cabe bubuk atau sesuai selera
  • 1 - 2 sdm bumbu kari bubuk atau kunyit bubuk
  • 1 sdm  bawang putih bubuk
  • 1 sdt garam atau sesuai selera
  • 1 sdm minyak goreng
  • 5-8 sdm tepung beras
  • 3-5 sdm tepung maizena
  • 1 sdt kaldu bubuk (optional)

Cara membuat :
  1. Campurkan 1 sdm minyak goreng ke dalam Pare yang sudah dibilas, aduk merata.
  2. Ambil wadah. Campur semua bahan seperti cabe bubuk, kari/kunyit bubuk, bawang putih bubuk, garam, kaldu, tepung beras dan tepung maizena. Aduk hingga tercampur rata.
  3. Masukan Pare ke dalam tepung berbumbu tadi, aduk sambil sedikit ditekan-tekan agar tepung bumbu menempel rata.
  4. Goreng setelah minyak cukup panas sampai berubah menjadi matang, kuning keemasan. Angkat.
  5. Agar kerenyahan bertahan lebih lama, goreng sekali lagi. Taruh di kertas tissue dapur agar minyaknya turun.
  6. Sajikan


 

Tuesday, April 28, 2015

Proyek No.25 : Jangan Kesrut (Asam Uyah)


Oke ini nih, masakan yang bikin saya penasaran. Nggak sengaja saya lihat acara "Selera Asal" di TV One yaitu liputan tentang makanan khas dari Banyuwangi. Saat itu ada masakan yang sedang diliput cara masaknya, namanya "Jangan Kesrut" atau Sayur Kesrut. Karena nontonnya sambil nyuapin si bungsu, akhirnya jadi nggak fokus ke tv. Alhasil, ujug-ujug udah jadi aja tuh masakan dan si pembawa acara dengan nikmatnya menyantap Si Jangan Kesrut ini. Yang bikin saya 'drolling',  sayur ayam pedas a la Banyuwangi ini katanya pedas banget tapi seger. Haduuh, kalo udah yang berbau pedes, mupeng saya nggak bisa disembunyiin. Jadi penasaran pengen bikin sendiri. Sayang, tadi nggak merhatiin bumbunya. Yang sempet keliatan tuh si ibu ngulek bumbunya, trus dimasukin ke ayam yang tengah dimasak. Tapi bumbunya itu lho, saya nggak ngerti. Alhasil, Googling deh.

Ternyata, dinamai "Jangan Kesrut" ini karena setiap orang yang menyantapnya akan narik-narik ingus, srut kesrut, karena kepedesan, makanya dinamai Jangan Kesrut atau Sayur Kesrut. Tapi versi lain menyebutkan kalo istilah Kesrut ini muncul karena orang kebiasaan menghabiskan kuah sayur pedas ini dengan cara dihirup, srut srut, langsung dari mangkuknya. Selain itu, ternyata Jangan Kesrut adalah nama lain dari Sayur Uyah Asam yang termasuk masakan langka di Banyuwangi.

Untuk resepnya mungkin ada beberapa versi, tergantung selera dan kebiasaan masing-masing. Misalnya nih,  ada yang pakai terasi, ada juga yang nggak. Juga bumbunya ada yang direbus dulu lalu diulek tanpa ditumis, ada juga yang diulek mentah lalu ditumis dulu. Terserah aja sih mau ikut yang mana. Tapi yang pasti, harus ada Belimbing Wuluh sebagai penyegar si sayur. Dan bahan utama Jangan Kesrut biasanya adalah ayam, bebek atau daging sapi.

Kalo saya bikinnya yang versi ayam, pake terasi dan bumbunya direbus dulu baru diulek dan ditumis. Maksudnya sih biar keluar minyak cabe-nya dan kuahnya jadi merah membara gitu, hehe. Karena yang diliat di tv kemarin adalah Jangan Kesrut Ayam, maka saya pun membuat Jangan Kesrut dari ayam.

Jadi pertama, rebus ayam dalam panci, beri garam (kalo saya sih selain garam, ditambahin geprekan bawang putih juga, soalnya takut amis). Lalu masukan cabe merah keriting, cabe rawit merah besar dan bawang merah ke dalam rebusan ayam. Cuma numpang ngelayuin aja sih, setelah layu, bumbu tadi diangkat dan diulek bersama sedikit terasi. Uleknya sengaja kasar aja supaya nanti kuahnya terlihat 'meriah', rame banyak cabe-nya, hehe. Setelah itu tumis bumbu sampai wangi dan masukan ke dalam rebusan ayam yang tadi. Tambahkan belimbing wuluh dan tomat. Berhubung saya nggak punya belimbing wuluh, saya hanya pake tomat hijau dan tomat merah serta air asam jawa biar terasa asam-nya. Menjelang diangkat, cek rasa dan terakhir beri bawang daun. Selesai deh. 

Hasilnya, huaah sedap! Sensasi asem dan pedasnya segar dan enak banget. Aroma terasi-nya bikin rasanya unik. Nggak salah kalo ada yang bilang Jangan Kesrut ini kayak sayur sop dikasih sambel terasi, hehe. Tapi serius, enak banget pokoknya. Bumbunya sederhana dan bikinnya juga nggak ribet. Kayaknya ceker ayam diolah jadi Jangan Kesrut juga enak. Ntar cobain ah! :) 

Ok, ini dia resep Jangan Kesrut versi saya...


Resep Jangan Kesrut

Bahan :
  • 1 bh ayam, potong sesuai selera
  • 4 bh bawang merah
  • 8 bh cabe merah keriting
  • 10 bh cabe rawit merah (jika ingin tidak terlalu pedas bisa dikurangi)
  • 1 bh tomat, diiris
  • 3-4 bh belimbing wuluh, potong-potong 
  • 1 bh bawang daun, potong-potong
  • 1 sdm garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 sdt terasi

Cara membuat :
  1. Rebus ayam dalam panci, bubuhi garam. 
  2. Masukan cabe keriting, cabe rawit dan bawang merah. Setelah layu, angkat. Ulek bersama terasi.
  3. Tumis bumbu tadi sampai harum lalu masukan ke dalam rebusan ayam. Tambahkan belimbing wuluh dan gula pasir. Aduk. Masak hingga ayam empuk. Cek rasa.
  4. Terakhir tambahkan tomat dan bawang daun. 
  5. Sajikan

Daaan, saya pun akhirnya membuat Jangan Kesrut versi ceker ayam. Bumbunya sama aja, hanya daging ayam saya ganti dengan ceker. Ngolah cekernya sama kayak di resep ceker ayam mercon yang pernah saya tulis. Air rebusan pertama dibuang lalu ganti dengan air baru. Tambahkan garam, geprekan bawang putih dan sereh. Setelah empuk barulah masukin bumbu Jangan Kesrut yang telah ditumis. Masak hingga kuahnya meresap. Terakhir masukan potongan tomat dan bawang daun. Hmm...enak!












Thursday, April 23, 2015

Sayur Kacang Merah (Angeun Kacang Beureum)



Nah ini nih sayur kesukaan saya, ehm nggak cuma saya sih, tapi kayaknya semua saudara saya. Dulu mamah suka bikin Sayur Kacang Merah buat kami. Biasanya kalo ada sayur ini, sekalian dibikinin sambal terasi, tahu atau tempe goreng trus lauknya biasanya ikan asin atau goreng Ikan Bandeng. Hmmm...jadi lapar deh, heheh. 

Bikinnya nggak susah kok, cuma mungkin yang agak lama ngempukin Kacang Merah-nya itu. Ya sekitar 30 menitan lah. Sementara bumbunya tinggal cemplung-cemplungin aja. Rasanya mirip Sayur Asem tapi sedikit lebih manis. Kok sayur manis sih? Hehe jangan bayangin kayak kolak dong. Pokoknya rasanya asem, manis, seger deh pokoknya! Recommended kalo lagi pengen makan masakan Sunda, apalagi kalo pengen bikin sambel dan bosen dengan Sayur Asem. Sayur Kacang Merah ini pas banget jadi cadangannya. Pas mulut kepedasan, langsung deh nyruput kuah sayur ini, slurp, seger! 

Ini nih resep Sayur Kacang Merah atau bahasa Sunda-nya mah "Angeun Kacang Beureum" yang selalu dibuat Mamah.


Resep Sayur Kacang Merah

Bahan :
  • 250gr-500 gr Kacang Merah
  • 3 bh bawang merah, iris
  • 2 bh bawang putih, iris
  • 1/2 bh tomat, iris
  • 1 bh cabe merah, iris
  • 1 btg bawang daun, iris
  • 2 cm lengkuas, geprek
  • 1 bh daun salam
  • 1 sdt asam Jawa
  • 1/2 - 1 sdm garam
  • 2-3 sdm gula pasir

Cara membuat :
  1. Rebus kacang merah dalam kurang lebih setengah panci air. Masukan irisan bawang merah, bawang putih, salam, lengkuas dan asam Jawa. Tambahkan 1/2 sdm garam dan 1 sdm gula, supaya kacangnya memiliki rasa. Tutup panci dan tunggu sampai kacang empuk dan air menyusut. 
  2. Setelah empuk, tambahkan air lagi. Tunggu sampai mendidih. Tambahkan sisa garam dan gulanya. Masukan tomat, cabe dan bawang daun, aduk sebentar. Cek rasa.
  3. Sajikan
Catatan : 
Bisa juga ditambahkan irisan wortel dan seledri. Rasa yang dominan adalah asam dan manis. Jika kurang tinggal ditambahkan lagi asam Jawa dan gula pasirnya sesuai selera.



Thursday, January 15, 2015

Tumis Tauco Tahu


Liat tetangga beli Tauco di tukang sayur, jadi latah ikut-ikutan beli, hehehe. Udah lama juga sih nggak pernah masak Tauco, jadinya kangen deh, sama rasanya yang asin, manis dan kecut itu. Awalnya saya nggak suka tuh sama yang namanya Tauco. Nggak suka aroma fermentasinya yang khas itu. Tapi setelah nyoba Tauco manis yang ditumis pake tahu dan cabe, akhirnya jadi suka juga.

Karena jarang beli Tauco, anak-anak rada asing liat makanan ini di meja. Untungnya Tauco yang di tukang sayur tadi rasanya nggak 'aneh' dan bau fermentasinya nggak tajam. Jadi saya bikin Tauco-nya lebih manis aja, biar bisa diterima lidah anak-anak. Alhamdulillah, mereka bisa menerima masakan baru ini tanpa protes atau tanya-tanya "Ini apaan, Mi?" Hehe...mereka pikir ini tumis tempe yang diancurin :)


Resep Tauco Tahu

Bahan :

  • 3-4 sdm Tauco (saya suka yang manis)
  • 2 bh tahu kuning, potong-potong kecil
  • 1 bh bawang merah, iris-iris
  • 1 bh bawang putih, iris-iris
  • 1 bh cabe hijau, iris serong
  • 1 bh cabe merah, iris serong
  • 6 bh cabe rawit merah
  • 1 bh tomat, iris secukupnya
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdt saus tiram
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 bh daun salam
  • 1 btg bawang daun, iris serong

Cara membuat :

  1. Goreng tahu hingga setengah matang, sisihkan
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukan Tauco, daun salam, garam dan gula. Tambahkan air secukupnya. Aduk
  3. Tambahkan tahu, semua cabe, tomat, kecap manis dan saus tiram. Aduk
  4. Setelah air agak menyusut dan rasanya pas, masukan daun bawang. Aduk sebentar, angkat.
  5. Sajikan









Tuesday, October 21, 2014

Proyek No.9 : Kongnamul Guk, Sayur Toge Ala Korea





Suka nonton drama Korea? Nah, buat penyuka drama Korea pasti sudah familiar dengan masakan dan kebiasaan orang Korea saat makan. Orang Korea kalo makan, meja makannya selalu penuh dengan sajian masakan yang ditata di piring dan mangkok kecil-kecil. Macemnya banyak bener dan selalu bikin ngiler.

Nah, ada satu sayuran yang tak asing bagi kita orang Indonesia, yang ternyata disajikan juga di meja makan orang-orang Korea. Yap, Sayur Toge. Saya pernah liat di beberapa drama Korea, ada sajian Sayur Toge bening nyempil diantara sebegitu beragamnya masakan rumahan Korea. Dan akhirnya tanpa sengaja, saya berhasil menemukan istilah Sayur Toge khas Korea ini berikut cara membuatnya. Namanya Kongnamul Guk alias Sup Kecambah Kacang Kedelai atau Sayur Toge-lah gampangnya mah, hehehe.

Cara masaknya cukup unik dan si Toge-nya pun bukan Toge yang berasal dari Kacang Hijau, kecil-kecil yang biasa kita masak sehari-hari, melainkan Toge kecambah Kacang Kedelai. Untungnya di tukang sayur komplek sering jual Toge bongsor begini. Mungkin karena tau ada warga komplek sini yang bersuamikan orang Korea, jadi nih Toge selalu ready stock diantara sayuran lain.

Masak Kongnamul Guk ini simpel banget dan bumbu dapurnya juga minimalis. Selain Toge Kacang Kedelai, bahan lainnya adalah ikan teri, bawang putih, daun bawang, garam dan lada. Biar nggak terlalu polos, saya tambahkan irisan cabe merah. Pertama, cuci ikan teri dan cincang bawang putih. Masukan keduanya ke dalam panci yang telah diisi air sekitar 3 gelas. Rebus selama kurang lebih 5 menit untuk menghasilkan kaldu ikan teri. Saring, lalu airnya dimasak bersama si Toge.

Ada satu syarat untuk memasak Kongnamul Guk ini yaitu saat dimasak, pancinya harus dalam kondisi tertutup. Jadi ketika Toge-nya mulai dicemplungin ke air kaldu ikan teri, langsung pancinya kita tutup selama kurang lebih 7-10 menit. Katanya sih, supaya sayurnya nanti nggak bau, soalnya si Toge ini bakal mengeluarkan bau yang kurang sedap saat dimasak. Setelah matang, masukan daun bawang, cabe merah dan lada.

Tadaa, Kongnamul Guk siap dihidangkan. Rasanya? Enak lho. Kuahnya gurih meskipun Toge-nya jadi kelewat lemes saking kelamaan direbus. Tapi krenyes-krenyesnya masih dapet kok dari pentul kecambahnya. Sedikit mirip dengan sayur bening bayam, tapi Kongnamul Guk ini jauh lebih gurih. Ayo dicoba!


Resep Kongnamul Guk

Bahan :

  • Toge Kacang Kedelai, sekepal. Cuci dan lepaskan kulit halus yang menempel pada pentul kecambahnya.
  • 7-10 buah Ikan Teri (Jengki), cuci sebentar.
  • 1 buah bawang putih, geprek, cincang kasar.
  • Bawang daun iris secukupnya
  • Cabe merah iris secukupnya
  • Garam dan lada secukupnya

Cara membuat :

  1. Rebus ikan teri dan bawang putih dalam panci berisi air sekitar 3 gelas. Rebus selama kurang lebih 5 menit. Saring. Didihkan lagi.
  2. Masukan Toge dan garam ke dalam air kaldu teri yang sudah disaring tadi. Tutup panci selama kurang lebih 7 menit. Jangan dibuka agar bau kurang sedap kecambahnya tidak menempel di sayur.
  3. Buka tutup panci, masukan daun bawang, cabe merah dan lada. Sesuaikan lagi garamnya bila kurang pas. Tunggu 1 menit, matikan api.
  4. Tuang ke dalam mangkuk, sajikan.










Friday, October 17, 2014

Proyek No. 8 : Sup Tom Yum Simpel




Nggak direncanain sih menu makan siang hari ini adalah Tom Yum. Datangnya dadakan sehabis beli udang di tukang sayur. Daripada masak dengan menu yang banyak, mending bikin satu macam aja tapi isinya banyak. Gitu pikir saya dan akhirnya pilihannya ya Tom Yum. Bikinnya simpel karena sebelumnya saya udah pernah nyetok saus cabe bikinan sendiri di kulkas. Dan saus cabe ini bikinnya juga gampang. Bahannya cabe merah, cabe rawit merah, tomat dan bawang putih yang direbus terlebih dahulu lalu blender dan ditumis dengan minyak goreng. Dulu saya bikin saus cabe ini untuk bikin kuah Ramen pedas. Sisanya saya taruh dalam toples selai dan disimpan di kulkas. Jadi, kalo sekarang saya mau bikin sup Tom Yum, tinggal bikin kaldu udangnya aja, tambahkan saus cabe tadi dan cemplung-cemplungin bahan Tom Yum seadanya di kulkas, kayak tahu putih, jamur merang, bakso dan butiran cabe rawit merah. Dan Sup Tom Yum-nya pun... yumm!


Resep Tom Yum


Bahan kaldu  :
10-15 buah kepala/kulit udang
1 buah serai, geprek
3 lembar daun jeruk
3 buah bawang putih, geprek
2 cm jahe, geprek

Bahan saus cabe :
10 Cabe merah
10 Cabe rawit merah
2 buah Tomat
5 buah Bawang putih
Garam sesuai selera
Gula sesuai selera
Minyak goreng, secukupnya

Bahan utama :
10-15 buah udang yang tadi sudah diambil kepala/kulitnya
1 buah tahu putih besar, potong-potong sesuai selera
6 buah bakso, potong-potong sesuai selera
10 buah jamur merang, bersihkan, belah dua
8 buah cabe rawit besar
1 buah bawang daun, iris-iris (pengganti daun ketumbar)
2 buah serai, potong-potong
3 lembar daun jeruk
1 buah jeruk nipis, peras ambil airnya
Saus tomat botolan, sesuai selera
Garam dan gula sesuai selera

Cara membuat :
  1. Rebus semua bahan kaldu udang dalam 700ml air selama + 5 menit, saring, sisihkan
  2. Rebus bahan saus cabe lalu blender. Tumis dalam minyak secukupnya, beri garam dan gula, sisihkan
  3. Masak kaldu udang, beri saus cabe, saus tomat, udang, tahu, bakso, jamur, serai, daun jeruk dan cabe rawit sampai mendidih. Tambahkan garam dan gula. Matikan api.
  4. Tambahkan daun bawang dan air jeruk nipis sesaat sebelum dihidangkan.
  5. Sajikan panas-panas




Thursday, July 3, 2014

Gurihnya Sayur Daun Singkong




Dalam setiap masakan, pasti ada kenangan.  Buat saya, semangkuk Sayur Daun Singkong tak hanya sekedar suguhan irisan daun singkong berkuah kuning kehijauan dengan tebaran ikan teri dan cabe rawit di dalamnya. Ia juga menghadirkan kenangan yang cukup mendalam buat saya. 

Dulu Sayur Daun Singkong adalah salah satu masakan yang dijual orangtua saya di warung. Ya, saya dulu anak tukang warung nasi.Untuk menyambung hidup kami yang 8 bersaudara, Bapak dan Mamah membuka warung makan kecil di rumah. Apa yang dimasak di warung, itu pula yang kami makan sehari-hari. Tapi tentu saja tak semua masakan  bisa kami nikmati, hanya menu lauk biasa nan sederhana saja yang boleh disantap kami. Dan Sayur Daun Singkong adalah sayur yang selalu ada di piring kami selain Goreng Ikan Kembung dan Orek Tempe.

Dan, karena sering ikut membantu masak di warung, otomatis saya jadi tahu beberapa resep masakan, termasuk resep si Sayur Daun Singkong ini. Hafalnya benar-benar nglotok di luar kepala, saking seringnya dulu bikin sayur ini, hehehe. Juga karena sayur yang satu ini rasanya memang enak sih. Jadi rasanya wajib tahu cara masaknya. Meskipun bahannya sangat sederhana tapi sayur ini nagih banget buat saya. Terlebih Ikan Teri dan cabe rawit-nya. Ikan Teri Jengki (Ikan Teri ukuran besar) dalam sayur ini membuat kuahnya terasa sangat gurih. Belum lagi kalau sudah menggigit cabe rawit-nya, wihh pedas-pedas nikmat!

Resep Sayur Daun Singkong

Bahan :

1-2 ikat daun singkong, rebus setengah matang

2 cm lengkuas, geprek
1 batang sereh, geprek
2 lembar daun salam
1 buah tomat, iris-iris
10-15 buah cabe rawit besar
200gr Ikan Teri Jengki (asin)
1 liter santan (banyak & kekentalan sesuai selera)
2 sdm garam
3 sdm gula pasir

Bahan dihaluskan :

5 buah bawang putih
5 buah bawang merah
5 buah kemiri
1 sdm ketumbar
1 sdt lada

Cara membuat :

  1. Didihkan air dalam panci, masukan daun Singkong yang sudah diambil bagian mudanya saja dan sudah dicuci bersih. Rebus hingga daun layu setengah matang. Matikan kompor. Angkat daun singkong setelah agak dingin. Peras daun singkong agar airnya turun.
  2. Iris-iris daun Singkong yang sudah diperas
  3. Tumis bumbu halus sampai harum.Masukan daun salam, sereh dan lengkuas
  4. Masukan irisan daun Singkong aduk-aduk. Masukan santan, garam dan gula pasir 
  5. Masukan ikan Teri. Aduk sekali-kali agar santan tidak pecah.
  6. Terakhir masukan tomat dan cabe rawit. Aduk hingga sayur matang
  7. Sajikan

 




Catatan :
  1. Ikan teri sebaiknya dimasukan dalam keadaan mentah. Jika digoreng terlebih dulu, ikan teri akan terasa alot.
  2. Cabe rawit lebih baik pilih cabe rawit besar dan berwarna merah, Jika berwarna hijau, akan saru dengan daun singkong sehingga hati-hati jika tanpa sengaja tergigit ya!
  3. Banyak dan kentalnya santan sesuai selera. Saya sendiri lebih suka santan yang tidak terlalu kental.










Thursday, April 24, 2014

Proyek No. 2 : Sayur Lodeh







Selama ini, saya belum pernah nyoba bikin sayur yang namanya Sayur Lodeh. Dulu sepertinya sih pernah bantuin Mamah masak sayur yang hampir mirip Sayur Asem ini. Sekedar bantuin motongin sayurannya aja, tanpa tahu bumbunya seperti apa, hehehe. Alhasil setelah berumah tangga, saya belum pernah sekali pun masak Sayur Lodeh. Padahal, saya sudah menikah hampir 14 tahun! *nutup muka*

Kenapa juga sekarang saya tertarik pengen nyoba bikin Sayur Lodeh? Selain karena bosen dengan sayur sederhana yang itu-itu aja, saya sudah punya satu bungkus paket Sayur Asem (yang sudah ngendon di kulkas berhari-hari) dan perlu 'dieksekusi' secepatnya sebelum keburu berakhir di tempat sampah. Jadi ini adalah first experience masak Sayur Lodeh. 

Setelah ngintip beberapa resep Sayur Lodeh di internet, akhirnya saya memutuskan untuk membuat Sayur Lodeh versi saya sendiri. Saya coba menyederhanakan semua bumbunya terutama santan. Saya kurang begitu suka masakan bersantan. Jadi untuk kali ini, saya hanya memakai santan secukupnya saja dan kebetulan saya pun cuma punya satu bungkus santan instan di kotak persediaan. Intinya sih, ini seperti masak Sayur Asem diberi santan, karena itu saya membuatnya pun dengan bahan-bahan dan bumbu yang sama dengan Sayur Asam. Simple banget.

Resep Sayur Lodeh

Bahan
1 bungkus paket Sayur Asem (biasa ada di tukang sayur) terdiri dari
  • Kacang panjang, dipotong-potong 3 cm
  • Labu, dipotong dadu
  • Jagung, dipotong-potong 2cm lalu belah dua
  • Daun Melinjo, secukupnya
  • Melinjo, secukupnya
Tempe, secukupnya dan dipotong kotak
1 buah terong ungu, dipotong 2cm, belah dua
3 buah cabe hijau, iris 
2 buah cabe merah, iris
3 buah bawang merah, iris-iris
3 buah bawang putih, iris-iris
2 buah daun salam
Lengkuas, 1 ruas ibu jari
1 kotak santan instan, atau sesuai selera (karena kebetulan tidak punya kelapa, saya pakai santan instan saja)
1 sendok makan terasi
Garam 
Gula pasir

Cara memasak

  1. Masukan bumbu iris yaitu bawang merah, bawang putih, lengkuas yang sudah digeprek, daun salam dan terasi ke dalam panci yang sudah diisi sekitar 8-10 gelas air. 
  2. Masukan labu dan melinjo, rebus sampai matang
  3. Masukan terong ungu lalu beri santan, garam dan gula. Aduk perlahan agar santan tidak pecah
  4. Masukan tempe
  5. Masukan jagung
  6. Terakhir, masukan kacang panjang, daun melinjo, cabe hijau dan cabe merah. Aduk sebentar. Setelah dirasa garam dan gulanya pas,  matikan api
  7. Sayur Lodeh siap disajikan

Catatan:
Jika ingin Sayur Lodehnya lebih kental dan gurih, tinggal tambah santannya saja sesuai selera.


 



Ternyata bikin Sayur Lodeh itu simple banget, ya! :)