Sunday, September 6, 2015

Proyek No.29 : Wiener Schnitzel



Sering beli dada ayam fillet di tukang sayur tapi nggak punya banyak resep untuk mengolahnya. Mau sih nyoba bikin Cordon Bleu, tapi belum kesampaian juga. Niat mah ada, cuma belum nemu "The Moment"-nya aja, kayak "Oke, besok mau bikin Cordon Bleu! Nyari bahannya ah". Nah belum nemu tuh 'trigger'-nya itu sampai sekarang. Tapiii...kayaknya sih sebentar lagi bakal jadi nih bikin Cordon Bleu, secara kemarin saya nemu resep Wiener Schnitzel. Dan gara-gara Si Wiener Schnitzel ini, saya jadi punya stok tepung panir. Melimpah pula, karena kemarin pas beli nggak ada yang kemasan sedang, adanya yang langsung 1 kg! Waduh, banyak banget. Sisanya jelas kudu dipake nih, kalo nggak, mubazir. So, Cordon Bleu is on the row, udah daftar masuk list berikutnya, Insya Allah. Sekarang, ngoprek ini dulu deh, Wiener Schnitzel.

Wiener Schnitzel ini asalnya dari negara Austria dan Jerman . Wiener ini artinya Orang Wina dan Schnitzel itu adalah fillet daging sapi muda yang digoreng dengan tepung roti. Jadi Wiener Schnitzel itu bisa diartikan Schnitzel atau fillet daging sapi goreng tepung buatan orang Wina. Dalam perjalanannya, Wiener Schnitzel ini tak melulu menggunakan daging sapi, namun juga bisa menggunakan daging babi dan ayam. Dan yang saya coba ini adalah Schnitzel dari daging ayam.

Meskipun namanya nampak aneh dan sulit, tapi ternyata bikinnya gampang lho. Jadi fillet dada ayam, diiris hingga menjadi beberapa irisan lebar lalu pukul-pukul agar tipis (hati-hati jangan sampai hancur). Beri garam dan lada lalu balur dengan tepung terigu. Diamkan sekitar 30 menit atau jika tak sabar, bisa langsung dicelupkan ke kocokan telur dan balur dengan tepung panir. Goreng dalam minyak tidak terlalu banyak (tak perlu sampai terendam dan enaknya sih di teflon) dengan jangan terlalu panas agar tidak cepat gosong. Hasilnya? Perfect! Cukup dengan nasi putih ditambah saus sambal dan tomat pun jadi. Atau kalau mau yang kebarat-baratan, tambah dengan irisan lemon, setup sayuran dan saus steak. Enak dan simpel banget! Dijamin anak-anak bakal suka.


Resep Wiener Schnitzel

Bahan :

  • 1 bh fillet dada ayam
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • Tepung terigu, secukupnya
  • Tepung panir/roti, secukupnya
  • Garam dan lada halus, secukupnya

Cara membuat :
  1. Iris dada ayam menjadi beberapa irisan, pukul-pukul agar tipis. Beri garam dan lada lalu balur dengan tepung terigu. Diamkan dalam lemari es selama 30 menit.
  2. Celupkan daging ayam ke dalam kocokan telur lalu balut dengan tepung roti
  3. Goreng dalam minyak yang tidak terlalu banyak dengan api tak terlalu besar agar tak cepat gosong.
  4. Sajikan

Catatan : Untuk menghilangkan bau ayam, selain diberi lada dan garam juga bisa ditambahkan susu cair UHT pada fillet tadi. Diamkan dalam lemari es selama beberapa waktu (saya sih semalaman) setelah itu barulah diolah.

Tuesday, September 1, 2015

Proyek No.28 : Tekwan



"Mi, bikin Tekwan dong!"

Waduh, bikin Tekwan? Saya agak jiper juga ketika Si Teteh, anak sulung saya, tiba-tiba request Tekwan. Makanan khas Palembang ini jarang banget mampir di lidah, bisa dibilang kurang familiar malah. Namun sejak acara bukber Ramadhan kemarin di mesjid komplek, yang salah satu menunya adalah Tekwan, Si Teteh jadi ketagihan. Duh! Belum lagi abang penjual Tekwan dan Pempek sekarang sering banget wara-wiri depan rumah. Bikin Si Teteh tambah mupeng aja.

Oke, demi menyenangkan Si Teteh dan juga menghilangkan kepenasaran, akhirnya saya pun menyanggupi permintaannya. Setelah membuka-buka beberapa resep dan menemukan yang pas, akhirnya saya pun mulai mengumpulkan bahan-bahan Si Tekwan. Ikan Tenggiri, ada. Udang, ada. Soun, ada. Bengkuang, ada. Sedap Malam, kosong.  Jamur Kuping, kosong. Nah lho, bagaimana ini? Padahal Sedap Malam dan Jamur Kuping bisa dibilang condiment wajib dalam Tekwan setelah Bengkuang. Untunglah, tukang sayur komplek bersedia membawakan Sedap Malam dan Jamur Kuping keesokan harinya. Dan, Tekwan pun akhirnya tersaji juga di meja. Alhamdulillah, sukses berat! Sampai-sampai Si Teteh bilang "Kenapa Ummi nggak jadi abang-abang Tekwan aja". Heh?

Resep Tekwan

Bahan :

Bahan Tekwan :
  • 300 gr daging Ikan Tenggiri
  • 300 gr udang, lepas kulitnya. Dagingnya dicincang sedangkan kulitnya direbus untuk dijadikan kuah
  • 300-500 gr tepung sagu/tapioka
  • 50-100 gr tepung terigu
  • 2 bh putih telur
  • 5 bh bawang putih, haluskan
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 100-150 ml air


Bahan pelengkap :
  • 1 bh Bengkuang, kupas. Potong korek api.
  • 10 bh Jamur Kuping Basah, cuci lalu potong-potong
  • 30 bh Sedap Malam, cuci lalu rendam dalam air hangat beberapa saat. Buat simpul.
  • Soun/bihun, secukupnya. Rendam dalam air hangat. Sisihkan.
  • 1 btg daun bawang, iris halus
  • 1 btg seledri, iris halus
  • Bawang goreng
  • Cuka/Jeruk Nipis
  • Sambal cabe rawit (rebus cabe rawit, haluskan lalu beri sedikit air, cuka dan garam)


Bahan kuah :
  • Kulit udang, rebus dalam 1 liter air bersama 2 bh bawang putih yang sudah digeprek. Saring menjadi kaldu udang.
  • 5 bh bawang putih, haluskan
  • 5 bh bawang merah, haluskan
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 sdm garam atau sesuai selera
  • 1 sdm gula atau sesuai selera


Cara membuat ::
  1. Campur dan aduk semua bahan Tekwan hingga terbentuk adonan.
  2. Didihkan air dalam panci. Cubit atau sendok kecil-kecil adonan Tekwan ke dalam air mendidih. Lakukan hingga adonan habis. Angkat Tekwan yang mengapung, sisihkan.
  3. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan hingga wangi. Masukan ke dalam sisa air rebusan Tekwan.
  4. Masak air rebusan Tekwan kembali. Tambahkan kaldu udang, daun jeruk, garam dan gula. Tambahkan lagi air hingga kuah menjadi kurang lebih setengah panci (4-5 liter).
  5. Masukan bahan pelengkap seperti Bengkuang, Sedap Malam, Jamur dan bola-bola Tekwan. Cek rasa. Setelah matang, matikan api.
  6. Ambil mangkuk yang telah diisi Soun/Bihun. Guyur dengan Tekwan beserta kuahnya. Tambahkan bawang goreng, daun bawang dan seledri. Beri cuka atau Jeruk Nipis.
  7. Sajikan hangat beserta sambal cabe rawit